Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Monday, October 23, 2017

Cerpen Cinta Singkat Segitiga Dalam Hati

Cerpen Cinta - Kami terbukti tak bisa menghapus yang namanya cinta sebab ini merupakan menyangkut semuanya contohnya cinta orang tua, sahabat, keluarga dan tetap tak sedikit lainnya tetapi disini saya bakal sedikit membahas pengertian dari cinta yang telah di alami. Cinta merupakan kekuatan dua orang yang menyatu dengan sendirinya dengan dua hati yang kadang bakal diberbagi oleh orang yang mungkin saja berjauhan tapi pada saat berjumpa satu kali telah merasakan jatuh cinta misalkan orang itu rutin ingat pada saat jumpa pertama.

Saya disini bakal memberbagi postingan mengenai cinta pertama yang bakal diberbagi dibawah ini, Dan juga tentunya anda yang merasakan apa yang disebut dengan jatuh cinta pada saat kami memandang orang itu dan beberapa lainnya salah satu contohnya melihat pendirian orang itu dan juga usaha orang itu. Cinta sejati merupakan orang yang tak memandang harta, muka dan juga lainnya cinta sejati itu tumbuh dari hati sama sama berjuang ketika bersatu tak sempat saling menyalahkan dan juga saling mendukung disaat terjatuh dan senang bersama. Dan langsung saja anda simak dibawah ini postingannya.

Cerpen Cinta

cerpen cinta


Menjaga Setia Menemani
Sepanjang hari kucoba usir segala perasaan rindu di hatiku ini, tetapi semakin kucoba rasanya aku semakin lemah, “kumohon pergi” desahku. Semuanya percuma sebab perasaan ini seakan bersahabat dan tak ingin berpisah walau sesaat denganku. Ingin rasanya kuteriakan semua perasaan yang bergemuruh dalam hatiku ini tetapi lagi-lagi hanya butiran ketulusan yang menjawab dari balik penglihatanku.

Torehkanlah sejuta kesedihan di pipiku mengalir jauh dan bawalah pergi semua lara yang menderaku. Aku lelah dengan perasaan ini, perasaan yang tak bosan-bosannya menguras semangat dan air mataku, mengapa ada lelaki sepertinya yang begitu tega, mengapa ada hamba sepertinya yang begitu mudah menancapkan luka di hati wanita lemah sepertiku…?

Apakah engkau merasa senang dengan menatapku terpuruk seperti ini…? Andai aku mampu ingin rasanya kutanyakan langsung di hadapanmu, tetapi sayang sekarang aku hanya mampu bercengkrama dengan hembusan waktu yang senantiasa setia menyaksikan langkah yang kuayunkan dengan sisa semangat yang kupunya. “kejam”. Bisikku pada sang rembulan kala malam tiba. Aku tak mengerti dengan cinta yang sempat engkau ucapkan, apakah hanya sebatas ungkapan yang terlontar ketika engkau butuh perhatian kemudian engkau campakkan ketika engaku telah bosan…? Ataukah hanya sekedar candaan yang bisa membuatmu tersenyum di atas puing-puing luka di hidupku, “entahlah”. Mungkin hanya engkau dan tuhan yang tau jawaban atas semua yang tarjadi dan biarlah waktu yang menyaksikan semuanya.

Terkadang senyuman itu meembuatku tegar tetapi sering ia menjadi sembilu yang seakan-akan tak rela melihatku tersenyum walau sesaat. Ingin rasanya aku bangun dinding-dinding kebencian tetapi rasa cinta yang teramat dalam rutin merobohkannya. Aku ingin membuatmu senang dengan cinta yang kupunya dan aku telah berusaha, kushare seluruh perhatian dan kasih sayangku, ketulusan dan kesetianku, tetapi apa yang kuterima…? Kepergian tanpa alasan…? Keputusan sepihak…? Atau kekejaman yang sungguh menakutkan…?

Kini dengan sisa cinta yang aku punya, aku tetap saja berusaha memsenangkanmu walau sering keadaan ini menyiksaku, yaaach… Kulakukan semuanya dengan harapan hatiku yang terluka bisa terbalut, tetapi sepertinya percuma, harapan yang telah terlanjur kususun tinggi membuatku tak berdaya menahan sakitnya ketika ia harus runtuh sesaat.


Semoga suatu saat waktu itu bakal tiba. Waktu dimana aku bisa memiliki kesenanganku tanpa ada seorang pun yang bakal merampasnya dariku. Cukuuuup… Pergi, biarkan aku tersenyum, tolong jangan datang dan merusak ketenanganku, biarkan aku sendiri. Tak cukupkah penderitaanku, belum cukupkah air mataku… Harus sampai kapan…? Pergiiiiiii… Dan jangan sempat kembali… Biarkan aku dengan kehidupanku sendiri usah kau pedulikan lagi. Jika terbukti semua yang kau beri hanya sebagai wujud rasa bersalah atau kasihanmu padaku, tak usah aku tak butuh kasihanmu, aku yakin aku mampu tanpamu sebab aku tetap punya alloh yang bakal menjagaku dan setia menemaniku.

Cerpen Cinta di atas itulah yang bisa saya berikan semoga saja bisa anda ambil pelajarannya tetapi jika masi tak lebih bakal saya berbagi yang lainnya dilain peluang. Jangan lupa ada juga postingan yang tak kalah luar biasanya denga cerpen cinta sejati ini silahkan saja anda simak yang lainnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerpen Cinta Singkat Segitiga Dalam Hati