Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Tuesday, June 6, 2017

Cerpen Cinta Sejati Romantis Bercampur Sedih

Cerpen Cinta - Kita memang tidak bisa menghilangkan yang namanya cinta karena ini adalah menyangkut semuanya contohnya cinta orang tua, sahabat, keluarga dan masih banyak lainnya namun disini saya akan sedikit menjelaskan arti dari cinta yang sudah di alami. Cinta adalah kekuatan dua orang yang menyatu dengan sendirinya dengan dua hati yang kadang akan diberikan oleh orang yang mungkin saja berjauhan tapi pada saat bertemu satu kali sudah merasakan jatuh cinta misalkan orang itu selalu ingat pada saat jumpa pertama.

Saya disini akan memberikan artikel tentang cinta pertama yang akan diberikan dibawah ini, Dan juga pastinya kalian yang merasakan apa yang disebut dengan jatuh cinta pada saat kita memandang orang itu dan berbagai lainnya salah satu contohnya melihat pendirian orang itu dan juga usaha orang itu. Cinta sejati adalah orang yang tidak memandang harta, muka dan juga lainnya cinta sejati itu tumbuh dari hati sama sama berjuang ketika bersatu tidak pernah saling menyalahkan dan juga saling mendukung disaat terjatuh dan bahagia bersama. Dan langsung saja kalian simak dibawah ini artikelnya.

Cerpen Cinta

cerpen cinta

Cerpen Cinta Sejati Romantis Bercampur Sedih

Menjaga Setia Menemani
Sepanjang hari kucoba usir segala perasaan rindu di hatiku ini, tetapi terus kucoba rasanya aku terus lemah, “kumohon pergi” desahku. Semuanya percuma sebab perasaan ini seakan akrab serta tidak ingin berpisah meski sesaat denganku. Ingin rasanya kuteriakan semua perasaan yang bergemuruh dalam hatiku ini tetapi lagi-lagi hanya butiran ketulusan yang menjawab dari balik penglihatanku.

Torehkanlah sejuta kekecewaan di pipiku mengalir jauh serta bawalah berangkat semua lara yang menderaku. Aku lelah dengan perasaan ini, perasaan yang tidak bosan-bosannya menguras semangat serta air mataku, mengapa ada lelaki semacamnya yang begitu tega, mengapa ada hamba semacamnya yang begitu mudah menancapkan luka di hati wanita lemah semacamku…?

Apakah engkau merasa tersanjung dengan menatapku terpuruk semacam ini…? Andai aku sanggup ingin rasanya kutanyakan langsung di hadapanmu, tetapi sayang saat ini aku hanya sanggup bercengkrama dengan hembusan waktu yang senantiasa setia menyaksikan langkah yang kuayunkan dengan sisa semangat yang kupunya. “kejam”. Bisikku pada sang rembulan kala malam tiba. Aku tidak mengerti dengan cinta yang sempat engkau ucapkan, apakah hanya sebatas ungkapan yang terlontar ketika engkau perlu perhatian kemudian engkau campakkan ketika engaku sudah bosan…? Ataukah hanya sekedar candaan yang dapat membikinmu tersenyum di atas puing-puing luka di nasibku, “entahlah”. Mungkin hanya engkau serta tuhan yang tau jawaban atas semua yang tarjadi serta biarlah waktu yang menyaksikan semuanya.

Terkadang senyuman itu meembuatku tegar tetapi tidak jarang ia menjadi sembilu yang seolah-olah tidak rela menontonku tersenyum meski sesaat. Ingin rasanya aku bangun dinding-dinding kebencian tetapi rasa cinta yang teramat dalam rutin merobohkannya. Aku ingin membikinmu tersanjung dengan cinta yang kupunya serta aku sudah berusaha, kuberbagi seluruh perhatian serta kasih sayangku, ketulusan serta kesetianku, tetapi apa yang kuterima…? Kepergian tanpa alasan…? Keputusan sepihak…? Alias kekejaman yang sungguh menakutkan…?

Kini dengan sisa cinta yang aku punya, aku tetap saja berusaha memtersanjungkanmu meski tidak jarang keadaan ini menyiksaku, yaaach… Kuperbuat semuanya dengan andalan hatiku yang terluka dapat terbalut, tetapi semacamnya percuma, andalan yang sudah terlanjur kususun tinggi membikinku tidak berdaya menahan sakitnya ketika ia wajib runtuh sesaat.


Semoga sebuahsaat waktu itu bakal tiba. Waktu dimana aku dapat mempunyai ketersanjunganku tanpa ada seorang pun yang bakal merampasnya dariku. Cukuuuup… Pergi, biarkan aku tersenyum, tolong jangan datang serta merusak ketenanganku, biarkan aku sendiri. Tidak cukupkah penderitaanku, belum cukupkah air mataku… Wajib hingga kapan…? Pergiiiiiii… Serta jangan sempat kembali… Biarkan aku dengan kenasibanku sendiri usah kau pedulikan lagi. Apabila terbukti semua yang kau beri hanya sebagai wujud rasa bersalah alias kasihanmu padaku, tidak usah aku tidak perlu kasihanmu, aku yakin aku sanggup tanpamu sebab aku tetap punya alloh yang bakal menjagaku serta setia menemaniku.

Cerpen Cinta Sejati Romantis Bercampur Sedih di atas itulah yang bisa saya bagikan semoga saja bisa kalian ambil pelajarannya namun apabila masi kurang akan saya berikan yang lainnya dilain kesempatan. Jangan lupa ada juga artikel yang tidak kalah menariknya denga cerpen cinta sejati ini silahkan saja kalian simak yang lainnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerpen Cinta Sejati Romantis Bercampur Sedih