Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Sunday, November 12, 2017

Cerpen Persahabatan Singkat Sedih Di Sekolah

Cerpen Persahabatan - Sahabat merupakan salah satu orang yang selalu mendorong kita untuk menjadi orang yang sukses dan juga menjadi orang yang terbaik. PAstinya dong kita tidak akan bisa pisah dari seorang teman yang sudah di anggap saudara bahkan seperti saudara kandung kenapa begitu, Karena sahabat inilah yang ingin melihat kita menjadi orang yang kita inginkan tercapai ya cita cita pastinya dia ingin menjadikan kita seorang yang selalu tersenyum bahkan disaat kita di dalam kesediah dia adalah orang yang pertama menghibur kita agar kembali ceria seperti biasanya.

Disaat kita di dalam keadaan bingung bagaimana caranya menyesaikan masalah kita pastilah dia yang memberikan solusi untuk menjadi orang sukses dunia dan juga akhirat dan disini saya akan membagikan cerpen persahabatan dan cinta dibawah ini dan juga bagi kalian yang sedang di dalam keadaan bingung bagaimana caranya membuat cerpen ini silahkan saja kalian lihat artikel dibawah ini semoga saja bisa menjadi pencerahan buat kalian yang ingin juga membuat cerita ini dan langsung saja simak dibawah ini.

Cerpen Persahabatan

cerpen persahabatan

Cerpen Persahabatan Singkat Sedih Di Sekolah

Namaku Lia, aku adalah sosok yang gak dapat diam serta juga bawel. Aku bersekolah di SMP Negri 1 Banjarmasin. Aku mempunyai satu sosok sahabat yang sangat-sangat aku cintai, namanya Sasa. Mesikipun Sasa itu tidak jarang menyebalkan namun dirinya dapat membikinku rutin rindu dengan tingkah lakunya yang gokil itu.

Persahabatan kami baru berlangsung 5 bulan lebih. Tidak terasa persahabatan kami telah berlangsung lama. Pagi itu badanku amat sangat terasa lelah. Saat aku mengaca aku menonton wajahku begitu pucat. Tiba-tiba ibuku terbuktigilku serta masuk ke dalam kamarku.
“Nak, apakah kalian telah siap?” kata ibu.
“Ya, bu!” jawabku dengan lesu.
“Kenapa wajahmu begitu pucat?” tanya bunda dengan heran.
“Ah, biasa bu! Palingan cuman tidak lebih minum air putih aja hehehe…” jawabku dengan tersenyum.
“Ya telah, ayo kami berangkat!” jawab ibu.
Aku pun pergi serta pergi ke sekolah bersama ibuku.

Sesampainya di sana aku langsung berpamitan terhadap ibuku. Tidak menantikan lama, aku pun langsung pergi menuju kelasku. Aku pun duduk serta mendengarkan lagu. Tiba-tiba Sasa datang serta menghampiriku.
“Hai, Lia. Kenapa wajahmu begitu pucat sekali?” tanya sasa
“Ah, gak papa kok!” jawabku
Di tengah-tengah aku berkata dengan Sasa, tiba-tiba lonceng pun berbunyi. Akhirnya, aku pun menyudahi pembicaraanku dengan Sasa.

Saat jam pelajaran, aku merasa sangat pusing luar biasa serta tiba-tiba aku menonton darah keluar dari hidungku. kawan-kawanku pun bertanya-tanya.
“Lia, kalian mimisan lebih baik kalian pergi ke uks.” ujar Rendy.
“Iya, aku antar ya!” Jawab Sasa
“Ah, ini cuman biasa. Kelak dibasuh dengan air juga hilang.” Jawabku dengam tenang
“Biasa gimana, darahnya aja ngelir semakin serta mata kalian tuh merah banget, lebih baik pergi ke uks deh!” jawab Aldi.
“Ya udah ku pergi dulu.” Jawabku
“Aku anterin ya!” Jawab Sasa
“Gak usah repot-repot Sa, aku dapat sendiri!” Jawabku dengan menahan kesakitan.

Aku pun berlari menuju WC, kepalaku begitu amat pusing. Aku berlalu sekuatnya tiba-tiba aku pingsan di dekat tangga. Aku pun tidak sadarkan diri serta masuk ke rumah sakit. aku pun tidak sadarkan diri berbagai jam.

Berbagai jam kemudian, aku pun sadar dari koma. Aku pun menonton Sasa di depan pintu. Aku pun tidak kuasa menahan tangis. Sebab aku tau penyakitku ini kambuh lagi serta bagaimana aku wajib berkata terhadap Sasa mengenai penyakitku ini. Tapi ini wajib kukatakan sebab ku takut ini terlalu dipendam lama. Sasa pun masuk ke ruanganku.

“Lia gimana kondisimu? Agak membaik kan?” Tanya Sasa dengan mata berkaca kaca.
“Ehm… Sa, kalian ingat gak saat kami pertama kali kenal?” tanyaku
“Iya, pasti! Kenangan yang Indah kami gak mungkin aku lupakan!” jawab Sasa
“Maaf Sa, aku gak bakal dapat menjalani persahabatan ini lagi.” jawabku serta termenung.
“Kenapa? Kenapa begitu?!” tanya Sasa dengan penuh bingung
“Sebetulnya umurku tidak lama lagi, aku tidak dapat menahan sakit dari penyakit yang telah lama kuderita.” jawabku
“Ha? Gak mungkin, aku yakin kalian tentu dapat!” jawab Sasa dengan yakin
“Maaf, aku cuman minta satu, jangan sempat lupakan persahabatan kami ini” ucapku
“Gak, gak. kalian tetap dapat!” ujar Sasa dengan menetaskan air mata
Aku pun tidak kuasa, mataku pun perlahan-lahan tertutup. Aku pun pergi untuk selamanya. Semoga kau tetap ada di hatiku.

Cerpen Persahabatan Singkat Sedih Di Sekolah itulah yang bisa saya bagikan untuk kalian semua semoga namun apabila masi kurang saya update dilain hari namun bagi kalian yang penasaran dengan regohkata silahkan saja cek artikel yang tidak kalah menarik dari cerpen persahabatan ini.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerpen Persahabatan Singkat Sedih Di Sekolah