Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Thursday, June 8, 2017

Cerpen Sedih Bikin Nangis Banget

Cerpen Sedih - Kadang kita tidak bisa menduga apa yang kita mau terkadang bertolak belakang dan disitulah kita merasa sedih dan juga terpuruk bingung bagimana cara keluar dari kesedihan itu dan kalian alangkah baiknya membuat cerpen sedih yang bisa juga kalian bagikan kepada teman teman dan juga bisa kalian bagikan di berbagai media sosial untuk meluapkan kesedihan itu. Saya disini akan memberikan pencerahan buat kalian yang sedang kebingungan bagaimana caranya agar cerita itu akan merasap kepada sang pembaca.

Padahal tipsnya itu simple namun susah di terapkan salah satu tipsnya adalah kalian buat dan tulis saja yang sebetulnya cerpen sedih tentang persahabatan misalnya kalian ceritakan saja dengan yang sebetulnya dari awala sampai akhirnya bahagia, sedih, dan juga banyak lagi dan buatlah endingnya dengan apa yang kalian alami dan juga tidak di rekayasa itu akan membuat sang pembaca akan merasa itulah perjalanan kita dan juga tidak ada yang di dustakan dalam cerita itu dan saya akan memberikan artikel dibawah ini sebagai contohnya namun bisa juga kalian ambil hikmahnya dalam cerpen sedih tentang keluarga dibawah ini.

Cerpen Sedih

cerpen sedih

Cerpen Sedih Bikin Nangis Banget

Persahabatan Berakhir
Namaku Lia, aku adalah sosok yang gak dapat diam serta juga bawel. Aku bersekolah di SMP Negri 1 Banjarmasin. Aku mempunyai satu sosok sahabat yang sangat-sangat aku cintai, namanya Sasa. Mesikipun Sasa itu tidak jarang menyebalkan namun dirinya dapat membikinku rutin rindu dengan tingkah lakunya yang gokil itu.

Persahabatan kami baru berlangsung 5 bulan lebih. Tidak terasa persahabatan kami telah berlangsung lama. Pagi itu badanku amat sangat terasa lelah. Saat aku mengaca aku menonton wajahku begitu pucat. Tiba-tiba ibuku terbuktigilku serta masuk ke dalam kamarku.
“Nak, apakah kalian telah siap?” kata ibu.
“Ya, bu!” jawabku dengan lesu.
“Kenapa wajahmu begitu pucat?” tanya bunda dengan heran.
“Ah, biasa bu! Palingan cuman tidak lebih minum air putih aja hehehe…” jawabku dengan tersenyum.
“Ya telah, ayo kami berangkat!” jawab ibu.
Aku pun pergi serta pergi ke sekolah bersama ibuku.

Sesampainya di sana aku langsung berpamitan terhadap ibuku. Tidak menantikan lama, aku pun langsung pergi menuju kelasku. Aku pun duduk serta mendengarkan lagu. Tiba-tiba Sasa datang serta menghampiriku.
“Hai, Lia. Kenapa wajahmu begitu pucat sekali?” tanya sasa
“Ah, gak papa kok!” jawabku
Di tengah-tengah aku berkata dengan Sasa, tiba-tiba lonceng pun berbunyi. Akhirnya, aku pun menyudahi pembicaraanku dengan Sasa.

Saat jam pelajaran, aku merasa sangat pusing luar biasa serta tiba-tiba aku menonton darah keluar dari hidungku. kawan-kawanku pun bertanya-tanya.
“Lia, kalian mimisan lebih baik kalian pergi ke uks.” ujar Rendy.
“Iya, aku antar ya!” Jawab Sasa
“Ah, ini cuman biasa. Kelak dibasuh dengan air juga hilang.” Jawabku dengam tenang
“Biasa gimana, darahnya aja ngelir semakin serta mata kalian tuh merah banget, lebih baik pergi ke uks deh!” jawab Aldi.
“Ya udah ku pergi dulu.” Jawabku
“Aku anterin ya!” Jawab Sasa
“Gak usah repot-repot Sa, aku dapat sendiri!” Jawabku dengan menahan kesakitan.

Aku pun berlari menuju WC, kepalaku begitu amat pusing. Aku berlalu sekuatnya tiba-tiba aku pingsan di dekat tangga. Aku pun tidak sadarkan diri serta masuk ke rumah sakit. aku pun tidak sadarkan diri berbagai jam.

Berbagai jam kemudian, aku pun sadar dari koma. Aku pun menonton Sasa di depan pintu. Aku pun tidak kuasa menahan tangis. Sebab aku tau penyakitku ini kambuh lagi serta bagaimana aku wajib berkata terhadap Sasa mengenai penyakitku ini. Tapi ini wajib kukatakan sebab ku takut ini terlalu dipendam lama. Sasa pun masuk ke ruanganku.

“Lia gimana kondisimu? Agak membaik kan?” Tanya Sasa dengan mata berkaca kaca.
“Ehm… Sa, kalian ingat gak saat kami pertama kali kenal?” tanyaku
“Iya, pasti! Kenangan yang Indah kami gak mungkin aku lupakan!” jawab Sasa
“Maaf Sa, aku gak bakal dapat menjalani persahabatan ini lagi.” jawabku serta termenung.
“Kenapa? Kenapa begitu?!” tanya Sasa dengan penuh bingung
“Sebetulnya umurku tidak lama lagi, aku tidak dapat menahan sakit dari penyakit yang telah lama kuderita.” jawabku
“Ha? Gak mungkin, aku yakin kalian tentu dapat!” jawab Sasa dengan yakin
“Maaf, aku cuman minta satu, jangan sempat lupakan persahabatan kami ini” ucapku
“Gak, gak. kalian tetap dapat!” ujar Sasa dengan menetaskan air mata
Aku pun tidak kuasa, mataku pun perlahan-lahan tertutup. Aku pun pergi untuk selamanya. Semoga kau tetap ada di hatiku.

Cerpen Sedih Bikin Nangis Banget Tentang Persahabatan di atas itu semoga kalian bisa mengambil hikmah di dalam cerpen sedih romantis namun jangan lupa juga ada artikel yang tidak kalah menarik dari ini silahkan saja kalian cara dan apabila masi kurang saya bagikan dilain hari. Bisa juga kalian share ke media sosial maupun teman teman kalian.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerpen Sedih Bikin Nangis Banget