Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Sunday, October 22, 2017

Puisi Guru Tercinta Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Puisi Guru - Salah satu pahlawan tanpa tanda jasa adalah seorang guru mengapa begitu, Iya sebab beliau sanggup menjadi seorang orang tua kami disaat kami bersekolah dan memberbagi ilmu dengan cuma cuma tidak menginginkan apa apa dan ketika kami sedang di dalam keadaan sulit menjawab pertanyaan beliau dan beliau pun menerangkan pelajaran itu kembali supaya kami dapat menjadi orang yang paling baik dan juga yang diinginkan beliau padahal bukan apa apa melainkan untuk menjadi orang yang berkegunaaan seusai berakhir sekolah kelak dan juga dapat menapai cita cita kami yang di inginkan melewati ilmu beliau yang memberbaginya tanpa pamrih.

Apakah anda sempat ditanya pada saat kecil apa cita cita kami pastilah kami bakal menjawabnya dengan apa yang ada dipikiran kami mau jadi polisi, guru, pengusaha dan tidak sedikit lainnya nah disitulah guru kami makin bersemangat untuk mengajarkan kami padahal itu adalah pertanyaan yang sepele tetapi penuh pengertian bahkan beliau rutin memberbagi apa yang ada ilmu beliau ketidak sedikitanpun memelitkan ilmu tetapi tinggal kami saja lagi apakah kami telah memberbagi sesuatu terhadap guru kita. Dan bagi anda yang sedang kebingungan hadiah apa yang keren untuk beliau dan berbagilah puisi guru paling baik dibawah ini silahkan saja anda pilih manakah yang tepat buat kalia semua.

Puisi Guru

puisi guru

Pejuang Pendidikan
Jika dunia kami yang dulu kosong
tak sempat kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak dapat apa-apa, tidak dapat kemana-mana
Tapi sekarang dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu sebab kau yang mengajarkan
Mengenai mana warna yang indah
Mengenai garis yang harus dilukis
Juga mengenai kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kami dapat memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kami dapat dirubah
Apa yang tidak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah rutin jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia

Pembimbingku
Kaulah pembimbingku……
Kaulah pengajarku……
Kaulah pendidikku……
Guru……
Itulah julukanmu……
Yang tidak sempat bosan dalam……
Mengajar dan membimbingku
Guru
Tanpa diri kamu daku bakalkan hancur
Tanpa diri kamu daku bakalan sengsara
Tanpa diri kamu daku bakalam tersesat
Guru
Trimakasih
Atas sgala jasa - jasamu

Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar
Senyummu memberbagi semangat untuk kami
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk murid-muridnya
Terima kasih Guru
Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpa dirimu aku tidak bakalan tau mengenai dunianya ini
Akan rutin ku panjatkan doa untukmu
Terimakasih Guruku

Engkau Masa Depan
Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan
Tak ada sesuatu yang tidak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan arus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan
Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Nasib bangsa engkau yang menentukan

Tak Berhenti Meraih
Di antara dua, aku harus memilih
Entah satu baik atau tidak lebih baik
Aku tidak dapat berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya
Di antara dua, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tidak dapat bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya
Di antara dua,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tidak berhenti meraih satunya
Dan aku tidak ingin kalah

Menerangi Kami
Andai kata matahari tiada
Dunia bakal beku dan bisu
pelangi tiada bakal sempat terpancar
kenasiban tiada bakal sempat terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada bakal sempat sirna di terpa angin usia

Tak Hilangkan Canda
Setiap masuk kelas Ia bawa faktor baru
Hingga murid slalu menunggu-nunggu
Tak sempat datang terlambat
Aturan waktunya sungguh akurat
Pelajaranpun penuh dengan variasi
Dengan beragam macam aksi
Teriakan, tepuk tangan dan tawa
Yel-yel dan nyanyian bergema
Memberi semangat pada semua
Memberi dorongan untuk mencoba
Dengannya kelas jadi bernyawa
Penuh kesungguhan tetapi tidak hilangkan canda

Trimakasih Guruku
Jika dunia kami yang dulu kosong
tak sempat kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak dapat apa-apa, tidak dapat kemana-mana
Tapi sekarang dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu sebab kau yang mengajarkan
Mengenai mana warna yang indah
Mengenai garis yang harus dilukis
Juga mengenai kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kami dapat memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kami dapat dirubah
Apa yang tidak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah rutin jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia

Tetap Kau Berjuang
Kukenang wahai pahlawan
Kau yang telah besar berjasa
Di medan perang
Kau korbankan tubuhmu
Untuk bangsa dan tanah airku
Indonesiaku yang kucinta
Pagi siang tidak berarti lagi
Lapar haus, lesu tidak kau anggap
Tetap kau berjuang
Tanpa gentar sedetikpun
Menumpahkan darah diatas kesakitan
Demi bangsa dan negara
Perjuanganmu sangatlah berarti
Membangun Indonesia dengan pasti
Mengukir bangsa kami sendiri
Berkat jasamu kami merdeka
Berdiri di atas kaki sendiri
Tanpa mengandalkan apapun
Dari siapapun kamu berjuang
Tak ada yang dapat kami lakukan
Selain berdoa dan bernyanyi
Senandung hati dan jiwaku
Yang kuberbagi padamu
Terpujilah dirimu, pahlawan bangsa
Jasamu amatlah besar
Tak dapat diukur dengan apapun
Tak dapan dibayar dengan uang berapapun
Ketidak sedikitannya tidak dapat kami hitung
Terima kasih pahlawanku
Damailah dirimu di surga baka.

Tak Bosan Mengajariku
Guru....
Kaulah pembimbingku
Kaulah yang mendidiku
Dengan tulus dan sabar
Guru...
Sungguh besar jasamu
Kau yang tidak sempat
Bosan dalam mengajar
Dan membimbingku
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Dan kau tidak sempat mengeluh dan
Menyerah untuk membimbing kami
Tanpa dirimu aku bakal sensara..
Guru...
Terima kasih...
Atas segala jasa-jasamu
Dan engkau adalah
Pahlawan ku

Sumber Ilmuku
Guru kau adalah sumber ilmuku
Sumber ilmu yang telah lamaku cari dan
Kini telah mengisi perjalanan nasibku
Guru keramahan sikapmu seakan
Mempermudah masuknya berbagai
Macam ilmu yang berkegunaaan untukku yang Haus bakal Ilmu dan bakal menjadi sebuah petunjuk untuk Perjalanan nasibku
Guru saat kau memberbagi ilmu kepadaku Hati
ini mengetahui harapanmu supaya ilmu yang kau Berbagi
Akan berkegunaaan diperjalanan nasibku kelak
Guru kumerasa terkadang diri ini telah Mengecewakanmu
Dengan sikapku danku belum sanggup untuk
Mengendalikan emosi yang ada didalam jiwaku
Guru untuk semua ilmu yang telah kau berbagi
kepadaku kuhanya sanggup berterimakasih
Danku berjanji tidak akanku
mengcewakanmu.

Ilmu Sejati
Tergurat di hatiku celoteh
yang membosankan
Perihal disiplin, tertib, kesopanan
Demi kami dan untuk kami
Dengan harapan kelak kami mengerti
Risau melanda bila kau ada
Senang seisi hati bila kau tidak di sisi
Pikiran kami terbalik sejak mengetahuimu
S’bab kami telah meremehkan sekepal ilmu
Mari, lumat habis kebodohan kami!
Genggam erat sekarung ilmu yang ingin kau beri
Lalu taburkan di lahan jiwa kami!
Tak lupa, siramilah kami dengan pancuran kasih dari hati
Barangkali dokter, menteri, dan polisi
Itulah buah ajarmu yang kau nanti
Jangan sungkan bila engkau mau mengajarkan
Sungguh, cukup ilmu sejati dan akhlak terpuji
untuk kami.

Pemberi Ilmu
Seorang pemberi ilmu itu
Tampak seperti pelangi
Yang kerap mengajari guna ini-itu
Lima belas huruf
Lima suku kata
Digabung dalam satu kalimat
Layaknya pelangi
Dapatkah kuulangi,
Dengan huruf dan suku kata lain?
Empat huruf, dua suku kata,
Guru
Guru layaknya pelangi
Yang rutin berkenan mengajarkan mengenai ini itu
Dan rutin memberi motivasi
Supaya terus bekerja keras hingga mendapat buahnya yang manis
Guruku layaknya pelangi …
Yang rutin mengajari untuk berbagi
Yang rutin mengajari untuk sesama yang membutuhkan
Guruku layaknya pelangi

Puisi Guru Pahlawanku Tersayang itulah semoga anda semua memberbagi faktor yang spesial kenapa guru itu harus di hargai sebab kalau bukan sebab beliau kami tidak hingga seperti ini berhasil sebab ada juga ilmu beliau dan dengan tutorial memberbagi puisi guru 4 bait dan belia merasa di hargai sebagai seorang pemberi ilmu yang tidak menginginkan apa apa melainkan supaya kami menjadi orang yang berkegunaaan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Puisi Guru Tercinta Pahlawan Tanpa Tanda Jasa