Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Saturday, June 3, 2017

Puisi Guru Pahlawanku Tersayang

Puisi Guru - Salah satu pahlawan tanpa tanda jasa adalah seorang guru mengapa begitu, Iya karena beliau mampu menjadi seorang orang tua kita disaat kita bersekolah dan memberikan ilmu dengan cuma cuma tidak mengharapkan apa apa dan ketika kita sedang di dalam keadaan susah menjawab pertanyaan beliau dan beliau pun menerangkan pelajaran itu kembali agar kita bisa menjadi orang yang terbaik dan juga yang diharapkan beliau padahal bukan apa apa melainkan untuk menjadi orang yang berguna setelah selesai sekolah nanti dan juga bisa menapai cita cita kita yang di inginkan melalui ilmu beliau yang memberikannya tanpa pamrih.

Apakah kalian pernah ditanya pada saat kecil apa cita cita kita pastilah kita akan menjawabnya dengan apa yang ada dipikiran kita mau jadi polisi, guru, pengusaha dan banyak lainnya nah disitulah guru kita makin bersemangat untuk mengajarkan kita padahal itu adalah pertanyaan yang sepele namun penuh arti bahkan beliau selalu memberikan apa yang ada ilmu beliau tidak sedikitpun memelitkan ilmu namun tinggal kita saja lagi apakah kita sudah memberikan sesuatu kepada guru kita. Dan bagi kalian yang sedang kebingungan hadiah apa yang bagus untuk beliau dan berikanlah puisi guru terbaik dibawah ini silahkan saja kalian pilih manakah yang cocok buat kalia semua.

Puisi Guru

puisi guru

Puisi Guru Pahlawanku Tersayang

Pejuang Pendidikan
Apabila dunia kami yang dulu kosong
tak sempat kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tidak bisa kemana-mana
Tapi saat ini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya sehingga mimpi
Kini mulai terkesan bukan lagi mimpi
Itu sebab kau yang mengajarkan
Mengenai mana warna yang indah
Mengenai garis yang wajib dilukis
Juga mengenai kata yang wajib dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kami bisa membenahi bangsa
Dengan pendidikanlah hidup kami bisa dirubah
Apa yang tidak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terbaru dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah rutin jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia

Pembimbingku
Kaulah pembimbingku……
Kaulah pengajarku……
Kaulah pendidikku……
Guru……
Itulah julukanmu……
Yang tidak sempat bosan dalam……
Mengajar serta membimbingku
Guru
Tanpa diri kamu daku bakalkan hancur
Tanpa diri kamu daku bakalan sengsara
Tanpa diri kamu daku bakalam tersesat
Guru
Trimakasih
Atas sgala jasa - jasamu

Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus serta sabar
Senyummu memberbagi semangat untuk kami
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu
Menandakan suatu  perjuangan yang sangat besar
Untuk murid-muridnya
Terima kasih Guru
Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpa dirimu aku tak bakalan tau tentang dunianya ini
Akan rutin ku panjatkan doa untukmu
Terimakasih Guruku

Engkau Masa Depan
Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu andalan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan
Tak ada sesuatu yang tidak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan arus yang semakin mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, Engkau merupakan harapan, engkau merupakan masa depan
Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Hidup bangsa engkau yang menentukan

Tak Berhenti Meraih
Di antara dua, aku wajib memilih
Entah satu baik alias kurang baik
Aku tidak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya
Di antara dua, aku wajib masuk
Entah satu mudah alias susah
Aku tidak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya
Di antara dua,aku wajib berjuang
Entah satu manis alias pahit
Aku tidak berhenti meraih satunya
Dan aku tidak ingin kalah

Menerangi Kami
Andai kata matahari tiada
Dunia bakal beku serta bisu
pelangi tiada bakal sempat terpancar
kehidupan tiada bakal sempat terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terkesan setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada bakal sempat sirna di terpa angin usia

Tak Hilangkan Canda
Setiap masuk kelas Ia bawa faktor baru
Hingga murid slalu menantikan-nunggu
Tak sempat datang telat
Aturan waktunya sungguh seksama
Pelajaranpun penuh dengan variasi
Dengan beragam macam aksi
Teriakan, tepuk tangan serta tawa
Yel-yel serta nyanyian bergema
Memberi semangat pada semua
Memberi dorongan untuk mencoba
Dengannya kelas sehingga bernyawa
Penuh kesungguhan tetapi tidak hilangkan canda

Trimakasih Guruku
Apabila dunia kami yang dulu kosong
tak sempat kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tidak bisa kemana-mana
Tapi saat ini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya sehingga mimpi
Kini mulai terkesan bukan lagi mimpi
Itu sebab kau yang mengajarkan
Mengenai mana warna yang indah
Mengenai garis yang wajib dilukis
Juga mengenai kata yang wajib dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kami bisa membenahi bangsa
Dengan pendidikanlah hidup kami bisa dirubah
Apa yang tidak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terbaru dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah rutin jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia

Tetap Kau Berjuang
Kukenang wahai pahlawan
Kau yang sudah besar berjasa
Di medan perang
Kau korbankan tubuhmu
Untuk bangsa serta tanah airku
Indonesiaku yang kucinta
Pagi siang tidak berarti lagi
Lapar haus, lesu tidak kau anggap
Tetap kau berjuang
Tanpa gentar sedetikpun
Menumpahkan darah diatas kesakitan
Demi bangsa serta negara
Perjuanganmu benar-benar berarti
Membangun Indonesia dengan pasti
Mengukir bangsa kami sendiri
Berkat jasamu kami merdeka
Berdiri di atas kaki sendiri
Tanpa mempercayakan apapun
Dari siapapun anda berjuang
Tak ada yang bisa kami perbuat
Selain berdoa serta bernyanyi
Senandung hati serta jiwaku
Yang kuberbagi padamu
Terpujilah dirimu, pahlawan bangsa
Jasamu amatlah besar
Tak bisa diukur dengan apapun
Tak dapan dibayar dengan uang berapapun
Tidak sedikitnya tidak bisa kami hitung
Terima kasih pahlawanku
Damailah dirimu di surga baka.

Tak Bosan Mengajariku
Guru....
Kaulah pembimbingku
Kaulah yang mendidiku
Dengan tulus serta sabar
Guru...
Sungguh besar jasamu
Kau yang tidak sempat
Bosan dalam mengajar
Dan membimbingku
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Dan kau tidak sempat mengeluh serta
Menyerah untuk mengajar kami
Tanpa dirimu aku bakal sensara..
Guru...
Terima kasih...
Atas segala jasa-jasamu
Dan engkau merupakan
Pahlawan ku

Sumber Ilmuku
Guru kau merupakan sumber ilmuku
Sumber ilmu yang sudah lamaku cari serta
Kini sudah mengisi perjalanan hidupku
Guru keramahan sikapmu seakan
Mempermudah masuknya beberapa
Macam ilmu yang berkegunaaan untukku yang Haus bakal Ilmu serta bakal menjadi suatu  petunjuk untuk Perjalanan hidupku
Guru saat kau memberbagi ilmu kepadaku Hati
ini mengenal harapanmu supaya ilmu yang kau Berbagi
Akan berkegunaaan diperjalanan hidupku kelak
Guru kumerasa terkadang diri ini sudah Mengecewakanmu
Dengan sikapku sertaku belum sanggup untuk
Mengendalikan emosi yang ada didalam jiwaku
Guru untuk semua ilmu yang sudah kau berbagi
kepadaku kuhanya sanggup berterimakasih
Danku berjanji tidak akanku
mengcewakanmu.

Ilmu Sejati
Tergurat di hatiku celoteh
yang membosankan
Perihal disiplin, tertib, kesopanan
Demi kami serta untuk kami
Dengan andalan nanti kami mengerti
Risau melanda bila kau ada
Tersanjung seisi hati bila kau tidak di sisi
Pikiran kami terbalik sejak mengenalmu
S’bab kami sudah meremehkan sekepal ilmu
Mari, lumat habis kebodohan kami!
Genggam erat sekarung ilmu yang ingin kau beri
Lalu taburkan di lahan jiwa kami!
Tak lupa, siramilah kami dengan pancuran kasih dari hati
Barangkali dokter, menteri, serta polisi
Itulah buah ajarmu yang kau nanti
Jangan sungkan bila engkau mau mengajarkan
Sungguh, lumayan ilmu sejati serta adab terpuji
untuk kami.

Pemberi Ilmu
Seorang pemberi ilmu itu
Tampak semacam pelangi
Yang kerap mengajari guna ini-itu
Lima belas huruf
Lima suku kata
Digabung dalam satu kalimat
Layaknya pelangi
Dapatkah kuulangi,
Dengan huruf serta suku kata lain?
Empat huruf, dua suku kata,
Guru
Guru layaknya pelangi
Yang rutin berkenan mengajarkan mengenai ini itu
Dan rutin memberi motivasi
Supaya semakin bekerja keras sampai mendapat buahnya yang manis
Guruku layaknya pelangi …
Yang rutin mengajari untuk share
Yang rutin mengajari untuk sesama yang membutuhkan
Guruku layaknya pelangi

Puisi Guru Pahlawanku Tersayang itulah semoga kalian semua memberikan hal yang spesial kenapa guru itu harus di hargai karena kalau bukan karena beliau kita tidak sampai seperti ini sukses karena ada juga ilmu beliau dan dengan cara memberikan puisi guru 4 bait dan belia merasa di hargai sebagai seorang pemberi ilmu yang tidak mengharapkan apa apa melainkan agar kita menjadi orang yang berguna.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Puisi Guru Pahlawanku Tersayang