Memberikan beberapa konten terbaik dari kata kata, ucapan, pantun, contoh, tebak tebakan, cerpen daln lain lain.

Saturday, June 3, 2017

Puisi Ibu Singkat Sedih Tersayang

Puisi Ibu - Salah satu orang yang sangat amat berjasa adalah orang tua yang selalu mendukung kita dikalan kita sedang di dalam keadaan bersedih dan beliau lah segalanya namun apakah kita sudah membuat dia bahagia. Nah alangkah baiknya kita harus memberikan sesuatu yang sangat amat baiknya dan juga tidak mudah di lupakan ibu kita. Apakah itu ? Adalah hadiah yang terbaik ialah beberapa untaian kata yang sangat amat berkesan di dalam hati beliau bahkan beliau tidak bisa menahan air mata yang bercucuran dikalan kita sedang mengumandangkan puisi ibu tercinta dan disitulah rasa haru bercampur bahagia.

Namun yang harus di perhatikan adalah cara membuatnya bahkan seorang pujangga kata pun kebingungan di saat disuruh membuat puisi ibu kartini yang berjasa untuk bangsa dan negara. Seorang ibu itu haruslah di hormati dan juga kita bahkan tidak bisa membalas jasa beliau namun kita sudah seharusnya memberikan yang terbaik untuk ibu kita agar beliau bahagia melihat kita. Padahal yang di inginkan ibu kita bukanlah untuk beliau melainkan untuk kita sendiri contohnya menyuruh kita untuk sholat itu adalah untuk kebaikan kita bukanlah untuk beliau namun beliau mengingatkan kita dengan rasa kasih sayangnya yang sangat amat tulus dan langsung saja buat kalian yang sedang kebingungan saya berikan artikelnya dibawah ini.

Puisi Ibu

puisi ibu

Puisi Ibu Singkat Sedih Tersayang

Ingin Memeluk Ibuku
Ibu...
kau membingbingku selagi satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah
Ibu....
kau begitu ceria serta rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan
Ibu...
kalau aku membikin salah tolong maafkan aku
sebab aku cuma kesal karna aku rutin diejek
Ibu...
kalau aku lagi kecewa kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu apabila aku
masih sempat berjumpa dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

Cinta Aku
Terlalu lama aku menantikan
Ungkapan isi hatimu
Tetapi kau tidak sempat mau tau
Kau hanya diam membisu
Apabila terbukti kau tidak cinta aku
Janganlah buang waktuku
Lelah ku ikuti inginmu
Tapi kau tidak peduli dngan perasaanku
Ku tidak mau semakin mengalah
Lebih baik aku menyerah
Ku tau cinta tidak dapat di paksa
Tapi mengapa kau tidak jujur saja
Dari awal kami bersama
Kalo terbukti di hatimu tidak sempat ada rasa
Untuk aku yg mencoba setia
Sakit rasanya...
Bila cinta tidak terbalas cinta

Maaf Bila Belum Sempurna Baktiku
Tetes-tetes darah...keringat serta air matamu
Cukup telah menorehkan
Prasasti-prasasti indah di nasibku-
Menggenapi di setiap lubang ruang serta waktu
Gumam doa tulus nan sederhanamu
Jua ....keriput di kening ‘tuk menata asa
Demi anak-anakmu
‘tlah menjadi saksi –
Pada hamparan permadani indah beranda syurga
Akhirnya.....
Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu
Saat renta usia menjemputmu....ibu, Maafkan kami anak-anakmu
Selamat jalan.....ibu
Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya
Tuhan Semesta Jagad Raya

Sembunyikan Letihmu Dengan Senyuman
Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang serta malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk dapat Memberi andalan baru bagi ku
Seonggok Cacian rutin menghampiri mu
secerah hinaan tidak perduli bagi mu
rutin kau semakinkan langkah untuk masa depan ku
mencari andalan baru lagi bagi anak mu
Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam keberhasilan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu memtersanjungkan aku
Dan yang rutin kau mengatakan pada ku
Aku menyayangi mu kini serta waktu aku tidak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

Sepanjang Waktuku
Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.
Ibu
Ku hanya ingin rutin bersamamu.
sepanjang waktuku

MEnggantinya Canda Tawa
Ketika kupandang lekat pada aspek matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana tidak sedikit tersimpan air mata untuk kami anakmu
Air mata yang telah kami perbuat
Ibu
Kamu rutin berharap kami anakmu yang kan sehingga nomor satu
Tetapi tidak jarang kali kami melawan serta mengabaikan perintahmu
Kami rutin membikinmu berkecewa
Mulai kini aku bertekad untuk menghilangkanair matamu…
dan menggantinya dengan canda serta tawa
Terima kasih Ibu
Kau takkan sempat tergantikan di dalam hati kami anakmu

Ajarkan Kami Bermimpi
Kau ajarkan ku bermimpi
dan berbuat
Kau ajarkan aku sehingga yang
paling baik
Petuah nasihat, perintahmu
Teringat kental dalam
memori
Hingga saat ini ku beranjak
dewasa
Aku rindu kasih sayang itu
ayah

Malaikatku
Engkau
Merupakan malaikatku
Kasihmu sepanjang waktu
Kau melindungiku tanpa menggerutu
Tegar
Penuh sabar
Kau berjuang sendiri

Setumupuk Emas Keberhasilan
Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang serta malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk dapat Memberi andalan baru bagi ku
Seonggok Cacian rutin menghampiri mu
secerah hinaan tidak perduli bagi mu
rutin kau semakinkan langkah untuk masa depan ku
mencari andalan baru lagi bagi anak mu
Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam keberhasilan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu memtersanjungkan aku
Dan yang rutin kau mengatakan pada ku
ku menyayangi dirimu kini sertakan waktuku tak lagi bersama dirimu
ku menyayangi dirimu anakku dengan setulus hati daku

Cerita Mengenaimu
Ibu
Disini kutulis cerita mengenaimu
Nafas yang tidak sempat terjerat dusta
Tekad yang tidak koyak oleh masa
Seberapapun sakitnya kau masih penuh cinta
Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau semakin berlangsung diantara duri-duri
Ibu
Tak sempat kuharap kau cepat tua serta renta
Tak sempat ku ingin kau lelah dalam usia
Rutin kuharapkan kau semakin bersamaku
Dengan cinta berbagi petuahmu
Ibu
Kau lah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga bakal kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku bakal masih mencintaimu

Puisi Ibu Singkat Sedih Tersayang di atas itu semoga saja kalian bisa mengutarakan isi hati kalian betapa sayangnya kita kepada ibu kita dan juga semoga ada artikel di atas itu yang mampu mewakili perasaan kalian terhadap orang yang sudah melahirkan kita dan juga merawat kita. Puisi ibu tercinta itulah silahkan kalian share juga ke teman teman kalian semua.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Puisi Ibu Singkat Sedih Tersayang